Penulis: Herfi Ghulam Faizi Lc., M.Ag.
Isi: Soft Cover (Spot UV - Doff), Book Paper, B/W, 157 Halaman
Penerbit: Pustaka Nabawiyyah
Maryam The Magnificent adalah sebuah manifesto tentang kemerdekaan eksistensial. Dalam realita hidup kita, sering kali kita merasa terjajah karena kita menjadi hamba dari ekspektasi orang lain, hamba dari opini publik, dan hamba dari rasa takut akan kehilangan reputasi. Masalah kesehatan mental yang paling akut di akhir perjalanan hidup seseorang adalah hidup tanpa ruh, di mana kita merasa hancur hanya karena dunia tidak mengakui kebenaran kita. Kita merasa “bebas” hanya jika orang lain memuji kita, padahal itu adalah bentuk penjajahan mental yang paling nyata.
Dalam hal ini, akar masalahnya adalah kita salah meletakkan identitas. Kita merasa identitas kita adalah jabatan, nama baik, atau status sosial. Saat semua itu digoyang oleh fitnah, kita pun runtuh. Maryam binti Imran mengajari kita bahwa manusia tidak akan benar-benar merdeka kecuali jika ia menjadi hamba Allah. Akidah adalah identitas, tauhid adalah kewarganegaraan, dan mengesakan Allah dalam ibadah adalah satu-satunya paspor menuju surga. Kemenangan batin Maryam terjadi saat ia melepaskan “hak” untuk dibela oleh manusia dan menyerahkan “hak” itu sepenuhnya kepada Sang Pemilik Jiwa.