✍️
Karya: Ustadzah Poppy Yuditya
Ada masa ketika seseorang merasa langkahnya terhenti. Tak bergerak. Hanya memikul beban masa lalu yang menekan dada—kenangan yang menyakitkan, kekecewaan yang berulang, luka yang tak pernah sempat sembuh. Banyak yang ingin melangkah, tetapi tak tahu bagaimana. Ingin memulai dari nol, namun masih menggenggam erat bayang-bayang kemarin. EBook “Move On!” hadir sebagai sahabat perjalanan untuk jiwa-jiwa yang ingin bangkit tetapi masih terpaut pada masa lalu yang mengguncang.
Melalui kisah-kisah perempuan mulia dalam Al-Qur’an—istri Imran dan Asiyah binti Muzahim—eBook ini menuntun pembaca memahami bahwa keteguhan iman tidak dibangun di atas hidup yang mulus, tetapi dari keberanian menerima takdir, merelakan yang pergi, dan bergerak maju di jalan yang Allah pilihkan. Kisah istri Imran mengajarkan bagaimana menerima kejutan besar kehidupan dengan doa dan tawakal. Sedangkan Asiyah, dengan keberanian dan keteguhannya, memberi teladan bagi para perempuan masa kini: bahwa ketidakadilan, kesendirian, bahkan tekanan dari lingkungan terdekat sekalipun tidak mampu menggoyahkan hati yang bergantung penuh kepada Allah.
Setiap bagian eBook ini adalah cermin. Cermin yang mengajak kita melihat bahwa luka bukan akhir, bahwa kegagalan bukan kehancuran, dan bahwa takdir-takdir sulit yang menghampiri bukanlah penghalang untuk mencapai kebaikan yang lebih besar. Justru sering kali, Allah menumbuhkan kekuatan melalui rasa sakit, mengangkat derajat melalui kehilangan, dan memperindah masa depan dengan takdir yang awalnya membuat kita menangis.
“Move On!” bukan hanya bacaan reflektif, tetapi perjalanan spiritual yang mengajarkan bahwa Allah tidak meminta kita menjadi sempurna—Allah hanya meminta kita percaya, tunduk, dan terus melangkah. Dengan bahasa yang lembut, dalam, dan menyentuh, eBook ini membantu kita memahami bahwa melepaskan bukan berarti kalah, tetapi memberi ruang bagi Allah untuk menuliskan cerita yang lebih indah dalam hidup kita.
🌿
Untuk para ibu, istri, dan perempuan yang sedang merasa sendiri, kecewa, letih, atau tidak didukung oleh sekelilingnya—eBook ini adalah pengingat bahwa kamu tidak pernah benar-benar sendiri. Allah selalu ada, selalu menjaga, dan selalu menyiapkan kebaikan setelah luka.